Hi, guest ! welcome to SlamBoo. | About Us | Contact | Register | Sign In

ALFAMART BLOG REVIEW

IKLAN

Slamboo.blogspot.com. Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label indonesia. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 12 Mei 2012

Game Indonesia Peraih Award di Amerika



Sebuah game buatan Indonesia, Necronator II, merih penghargaan The Mochis Award di ajang Flash Gaming Summit 2012 di San Fransisco, Amerika Serikat. Permainan buatan Toge Production itu menjadi kampiun di kategori Best Game Art. »Ini prestasi kedua setelah tahun lalu juara di kategori lain,” kata salah seorang pembuat game flash itu, Kris Antony, di Bandung.

Necronator II menjadi finalis kategori Community Choice, namun gagal meraih penghargaannya. The Mochis Award merupakan ajang tahunan. Peraih penghargaan ditentukan melalui penilaian dewan juri. Perhelatan ke-4 itu sekarang terdiri dari 9 kategori. Game lain asal Indonesia Marching Zombies ikut menjadi finalis. Game buatan Vini Ramadhani itu masuk di kategori Best Puzzle Game.

Tahun lalu, Necronator II mendapat penghargaan Best Game Art di ajang Flash Gaming Summit di San Francisco, Amerika Serikat (AS). Dua permainan lain garapan Kris dan rekan-rekannya juga berhasil menjadi finalis lewat permainan Infectonator World Dominator dan Planetary Conflict. Planetary Conflict menggondol Best Multiplayer Game.
Infectonator maupun Necronator merupakan permainan bertema zombie. Necronator II terbilang sukses. Sejak dirilis 5 November 2011, permainan ini sudah dimainkan 6,5 juta kali di seluruh dunia. Walaupun permainan ini kurang dilirik di negeri sendiri sehingga pengembang lokal lebih memilih pasar global.
Sedangkan berdasarkan situs Armorgames.com, Necronator II telah dimainkan 4 juta orang di seluruh dunia. Menurut Kris, mereka tak menyangka bisa menang dan disukai banyak orang. Sebagian game, ujarnya, di acara Game Developer Buka-bukaan di Bandung, Jumat 30 Maret 2012, dibuat sederhana. Game lainnya bahkan hanya dikerjakan oleh tim kecil.
"Tapi akhirnya kami kesulitan mengembangkan game itu karena cuma empat orang, jadi jangan nekad juga bikin game,” kata dia.
Kris dan timnya kini mengaku lebih berhati-hati karena game terbaru mereka, Reich of Darkness, menuai kontroversi. Walau telah meminta maaf kepada sebuah lembaga Yahudi yang menyuratinya, permainan tersebut tak lagi bisa dimainkan di salah satu situs. »Kami dikira Neo Nazi,” ujar Kris.

Read More »
04.40 | 0 komentar

Sabtu, 05 Mei 2012

Batik Feat Technology

Batik Fraktal, Gabungan Seni dan Teknologi  
Batik telah lama dikenal sebagai kain tradisional Indonesia, yang oleh UNESCO pun telah diakui sebagai warisan budaya dunia.
Kain yang telah dipakai sejak berabad-abad lalu ini bukan sekadar kain biasa. Setiap motif batik mengandung filosofi, sejarah,
dan kisah tersendiri, yang lalu menghasilkan kompleksitas motif yang indah.
Zaman yang semakin modern ternyata tak membuat batik punah. Malah sebaliknya,
teknologi komputer nan canggih ternyata bisa digunakan untuk melestarikan kain tradisional ini.
Itulah yang dilakukan oleh People Pixel Project, sebuah kelompok riset desain dari Bandung. Kelompok yang didirikan oleh Nancy Margried, Muhammad Lukman dan Yun Hariadi ini menemukan bahwa kompleksitas motif batik serupa dengan konsep fraktal dalam matematika atau fisika. Bermula saat mereka iseng-iseng menggambar tumbuhan dengan menggunakan teknik fraktal, ternyata setelah dilihat malah menghasilkan pola yang mirip batik.
Lalu, Yun meriset 300 motif batik Indonesia. Sebagai alat kerjanya, kami perlu software yang dirancang oleh teman-teman programmer. Jadilah sebuah software bernama JBatik


Ternyata pola batik tradisional dapat dimodelkan dalam rumus matematika yaitu fraktal.
Fraktal adalah salah satu cabang ilmu matematika yang berfokus pada pengulangan, dimensi, literasi, dan pecahan. Semua motif batik pasti mengandung unsur ini. Akhir 2006 lalu saya kumpul bersama dua teman, Muhamad Lukman dan Yun Hariadi. Mereka berasal dari jurusan arsitektur dan matematika ITB.Kata
'batik' adalah istilah terkenal dengan tangan tradisional dibuat dengan kain pola tertentu, ikon budaya Indonesia dan telah dikenal sebagai salah satu warisan Dunia, sejak 2009.  
Batik Fractal adalah sebuah inovasi, produk dan merek (Fractal Batik Indonesia). Kami membuat pola batik menggunakan rumus fraktal pada Software jBatik, dan kemudian menerapkannya ke dalam kain dengan tangan tradisional menulis atau stamping menolak pewarna pewarna dengan pengrajin batik tradisional. Perangkat lunak kami generatif menciptakan pola batik. Dikombinasikan dengan proses buatan tangan, itu akan membawa sebuah kain batik kontemporer. Dengan menggunakan rumus fraktal, pola batik diterjemahkan hingga dapat dimodifikasi dengan bantuan teknologi komputer sehingga menghasilkan desain pola baru yang sangat beragam. People Pixel Project kemudian menciptakan perangkat lunak jBatik
yang dapat membuat desain motif batik dengan menggunakan konsep matematis fraktal.
 
 “Hasilnya, dari motif-motif batik tradisional yang sudah ada, bisa dimodifikasi dengan berbagai motif baru yang dihasilkan dari teknik fraktal,” kata Nancy Margried, CEO Batik Fractal Indonesia. Batik memang memiliki pakem-pakem tersendiri dalam pendesainan dan penggunaan motif. Misalnya adalah motif kawung, huk dan parang rusak, yang biasanya hanya boleh digunakan oleh kalangan bangsawan di momen-momen tertentu saja. Namun, untuk keperluan industri, adanya perangkat lunak untuk menciptakan ragam motif batik tentu menjadi sebuah inovasi bernilai.Batik fraktal dapat menjadi solusi bagi permasalahan keterbatasan desain motif batik. Dengan bantuan perangkat lunak jBatik, berbagai motif batik dapat diciptakan secara cepat, baik motif dasar maupun motif hasil modifikasi. 
ada 3 bentuk batik fraktal yang dapat dihasilkan:Batik Fraktal Sederhana : hasil simulasi komputer dalam bentuk fraktal yang memiliki kemiripan dengan desain batik tradisional.Batik Hibrida : Pola motif dalam fraktal dan motif batik digunakan sebagai bahan ornamentasi dan dekorasi untuk desain batik secara bersamaan.Batik Inovatif : Pola motif batik tradisional didesain ulang dengan menggunakan teknologi komputasional fraktal. 
Karya anak bangsa ini telah mendapatkan pengakuan dari UNESCO.
Pada Oktober 2008, UNESCO menganugerahi People Pixel Project dengan Award of Excellence sebagai ‘Stamp of Approval’.
Artinya produk mereka memiliki kualitas tertinggi pada level internasional dan berpotensi besar untuk masuk pasar dunia.


Read More »
20.25 | 0 komentar

Entri Populer